Thursday, July 29, 2010

Mukhlis Tantang Juara WBA

Usaha keras bertahun-tahun alm. Temuzin Rambing berbuah manis. Roy Mukhlis yang berstatus juara kelas bulu super versi WBC International, PABA dan WBO Oriental, sekaligus penantang No. 3 (WBC) dan 5 (WBA) kini mendapatkan kesempatan emas untuk menantang juara WBA kelas bulu super, Takashi Uchiyama, di Tokyo, Jepang, 20 September mendatang. Memang sejak awal, sebelum sakit dan akhirnya meninggal, Temuzin sudah banyak bercerita kepada penulis bahwa dia menawarkan Mukhlis kepada pihak Uchiyama. "Tapi tolong jangan di-publish dulu," pintanya saat itu.

Sutan Rambing, pelatih Mukhlis dan ayah Temuzin, bercerita bahwa deal dengan Uchiyama sudah mencapai 85% saat ditinggalkan oleh Temuzin. Dan kabar terakhir yang berhasil ditelusuri oleh boxing-indonesia, bahwa pihak Jepang hanya menunggu 1-2 hari saja untuk menandatangani kontrak (kemungkinan besar besok/Jumat, 30/7), jadi statusnya kini bisa dibilang sudah meningkat jadi 99%.

"Ini adalah hasil karya Temuzin," ujar Sutan Rambing terbata-bata. Usaha kepromotoran dan penata tanding Temuzin kini diteruskan oleh Ana Rambing (istri Temuzin) yang selama ini membantu Temuzin dalam hal surat-menyurat dan kontrak petinju, dengan Rega Rambing, adik bungsu Temuzin. "Insya Allah Mukhlis akan jadi juara dunia," tegas Sutan Rambing.

Foto: Saat manis Roy Mukhlis (bersujud) dengan alm. Temuzin Rambing (mengangkat sabuk) usai pertarungan melawan Simson Butar-butar, Januari 2009 (boxing-indonesia © 2009)


Wednesday, July 28, 2010

Red Dragon Boxing Camp, Temanggung‏

Kembali sebuah sasana berdiri di Jawa Tengah di tengah kelesuan dunia tinju nasional. Red Dragon Boxing Camp Temanggung, di kota berhawa dingin ini di dirikan sebuah sasana atas keprihatinan sang manager atas menurunnya dan semakin rendahnya prestasi tinju nasional terutama untuk tinju profesional dibandingkan dengan negara tetangga Thailand maupun Filipina. Ditambah lagi berkurangnya siaran langsung pertandingan tinju profesional di televisi yang kini hanya mengandalkan Ring Tinju TVRI.

Manager Red Dragon Boxing Camp Temanggung, Joko Sutoto, ingin menjadikan Red Dragon menjadi sebuah sasana yang mampu membina petinju-petinju yang suatu saat nanti akan membanggakan bangsa Indonesia di kancah tinju profesional nasional dan Internasional. Di samping itu, Joko Satoto yang juga seorang pengusaha di bidang properti ini akan memulai usaha kepromotoran tinju minimal di Jawa Tengah. Dia merasa mampu menjadi promotor tinju karena menurutnya menjadi promotor tinju maupun promotor hiburan musik seperti yang selama ini juga digelutinya tidak jauh berbeda.

Dia mengatakan semua bisa dilakukan karena tinju selain olahraga juga adalah sebuah hiburan, asalkan kualitas petinju memenuhi syarat untuk dijadikan sebuah hiburan yang menjual. Sasana Red Dragon ini beralamat di Jl.Raya Temanggung KM 3, Kota Temanggung, Jawa Tengah. Sasana ini sebenarnya sudah berjalan, yaitu dengan selalu mengirimkan petinju-petinju amatirnya untuk bertanding di kejuaraan-kejuaraan tinju amatir khususnya di Jawa Tengah. Sasana ini pernah juga membawa petinju profesionalnya untuk bertanding di acara Gelar Tinju Profesional Indosiar. Semua ini dilakukan oleh sang manager dengan pengabdian penuh terhadap dunia tinju nasional dan keyakinan bahwa suatu saat tinju nasional akan berprestasi. Menurutnya, kemajuan prestasi dalam tinju tergantung dari semangat dan ketulusan hati pembina tinju untuk membawa para petinjunya hingga menjadi seseorang yang berguna.

Unfinished Business Juan Diaz vs JM Marquez

Kekalahan TKO Juan "Baby Bull" Diaz di ronde 9 dari Juan Manuel Marquez pada Februari tahun lalu bukan saja meninggalkan dendam yang mendalam, namun juga menyisakan rasa penasaran penonton, karena pertandingan yang begitu seru di awal, harus diakhiri dengan kekalahan tragis Diaz. Uppercut tajam Marquez mengakhiri perlawanan Diaz yang mulai melemah pada ronde 9, setelah sebelumnya Marquez memukul roboh Diaz dengan serangkaian kombinasi.

Jika ditilik dari teknik dan pengalaman, apalagi modal menang TKO meyakinkan atas Diaz dalam pertandingan yang diberi penghargaan Fight of the Year 2009 itu, Marquez jelas di atas angin. Satu-satunya keuntungan Diaz adalah modal usia (26) sedang Marquez sudah berusia 36 tahun. Diaz, petinju AS keturunan Meksiko yang sekampung halaman dengan Rocky Juarez di Houston, Texas, ini sempat sangat menjanjikan saat cukup lama dan meyakinkan menjadi juara WBA kelas ringan. Diaz merebut gelar tersebut setelah merontokkan juara duinia satu-satunya asal Mongolia, Lakva Sim pada tahun 2004. Gayanya yang slugger memang sangat memikat pecandu tinju sampai dia harus mengalami kekalahan pertama kali dari Nate Campbell yang mencuri gelarnya pada 2008. Setelah itu sinar Diaz tidak segemerlap sebelumnya, apalagi setelah kalah dari Paul Malignaggi dan Marquez.

Marquez? Saya kira dia sudah terlalu banyak diulas di sini. Gayanya sebagai counter puncher sudah sangat dihapal oleh para pecandu tinju di Indonesia. Selain pernah bertarung melawan Chris John, pertandingan Marquez juga sering ditayangkan oleh televisi di Indonesia. Perkiraan saya Marquez masih berpeluang besar menggusur Juan Diaz.

Pertandingan ini merupakan partai gelar WBO dan WBA super kelas ringan milik Marquez yang dimenanginya dari Diaz pada 2009 dalam partai memperebutkan gelar lowong tersebut. TVOne mengumumkan akan meyiarkan partai ini secara live pada Minggu pagi (1 Agustus) langsung dari Mandalay Bay Resort & Casino, Las Vegas, Nevada, AS.

Tuesday, July 27, 2010

Pacquiao Tantang Margarito


Ibarat kereta api yang tidak bisa menunggu penumpang, demikian juga Pacquiao tidak mau berlama-lama menunggu keputusan Mencleweather yang sibuk beralasan ini-itu.

Karena Mencleweather yang tidak jelas posisinya itu, kubu Pacquiao akhirnya memutuskan untuk naik ke kelas menengah yunior untuk memburu gelar WBC di kelas itu yang lowong. Tanggal pertarungan sudah disetel tanggal 13 November 2010, namun tempat pertandingan masih belum dipastikan. Ada dua kandidat terkuat untuk dijadikan tempat pertandingan: MGM Grand Garden Arena di Las Vegas yang berkapasitas 17,000 tempat duduk, atau Stadion Monterey di Meksiko yang bisa menampung 22,000 penonton. Ada juga wacana/usulan Cowboys Stadium di Dallas, Texas, AS, tempat pagelaran Pacquiao vs. Cotto yang lalu.


(dari berbagai sumber)

Monday, July 26, 2010

Promoter Temuzin Rambing Passes

as published in Fightnews.com

Young and talented Indonesian promoter Temuzin Rambing (30), passed away on Saturday around 6:15PM local time in a hospital in Semarang, Indonesia. He had been hospitalized for almost 3 weeks for a mysterious fever, before finally he could no longer sustain ... (more: click here)

Billy Sumba K-KO di Australia

Billy Sumba menyerah KO ronde 2 dari petinju tuan rumah, Lenny Zappavigna, dalam pertarungan non gelar 10 ronde kelas ringan di Assyrian Sports & Culture Club, Fairfield Heights, New South Wales, Australia, 22/7. Sejak ronde 1, Billy SUmba sudah harus terjatuh karena pukulan keras dari Zappavigna yang merupakan juara IBO kelas ringan. Puncaknya Billy Sumba tumbang KO dengan 10 hitungan pada ronde 2.

Sekedar informasi, ini adalah salah satu pekerjaan alm. Temuzin Rambing sebelum wafat. Kira-kira dua minggu sebelum sakit, sekitar awal Juli atau akhir Juni, Temuzin menghubungi saya bahwa dia akan berangkat ke Australia akhir bulan Juli karena sudah mendapatkan kontrak Billy Sumba vs. Zappavigna. Sayang, takdir berkehendak lain. Temuzin yang sakit akhirnya digantikan oleh Rengga Rambing, adik bungsu Temuzin, ditemani oleh sang pelatih, Sutan Rambing, mengantar Billy Sumba ke Australia. Sayang memang, hasil pertandingan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Hasil Kejuaraan PABA TVRI - 24 Juli 2010:



1. Sony Manakane merebut gelar PABA interim kelas bulu yunior setelah mengkandaskan petinju Thailand Fasanghan por Lasua pada ronde 3 dari rencana 12 ronde di Studio 5 TVRI, Jakarta.

2. Noldy Manakane juga menghajar petinju Thailand Pissanutep Kiatchaiyong dengan TKO ronde 3 dari 12 ronde yang direncanakan, guna mempertahankan gelar PABA kelas bantam.

Sayang, karena sesuatu hal, kedua pertandingan ini ternyata tidak ditayangkan oleh TVRI.

Sunday, July 25, 2010

WBO Kehilangan Sosok Temuzin Rambing

Ketua WBO Asia Pacific Leon Panonchillo, seperti dikutip philboxing.com, merasakan kehilangan yang sangat atas wafatnya promotor muda Temuzin Rambing dalam usia 30 tahun di Semarang, 24/7. Tak hanya itu, Robert Newman, sahabat saya yang juga menjadi sahabat almarhum lantaran sering berjumpa dalam berbagai konvensi WBA dan WBC di berbagai negara, juga menyampaikan duka cita yang mendalam. "Saya akan kehilangan kehadiranmu dalam berbagai konvensi badan tinju," ujar Newman dalam ucapan duka cita di facebook almarhum Temuzin Rambing. Yah, almarhum memang seorang yang berminat tinggi dalam mempelajari sesuatu, termasuk belajar dari Newman mengenai seluk beluk tinju internasional dan rajin mengikuti berbagai konvensi tinju internasional untuk memperdalam wawasan mengenai tinju serta menambah pergaulan internasional.

Selamat jalan sahabat!

RIP Temuzin Rambing

Telah meninggal dunia, sahabat, adik tercinta, promotor tinju, mantan petinju, mantan wasit tinju, (mantan) politikus, dosen, Temuzin Rambing, dalam usia 30 tahun karena suatu penyakit. Temuzin menghembuskan nafas terakhir di RSUP Kariadi, Semarang, pada 23 Juli, pukul 18.15 waktu setempat. Almarhum meninggalkn seorang istri dan seorang anak yang masih berusia 4 tahun. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan YME.

Saturday, July 24, 2010

Kejuaraan PABA (Interim) Kelas Bulu Yunior (55,3 Kg.) 12 Ronde

Sony Manakane & Lasua Janjikan Kemenangan KO

Kini nama Sony Manakane mencuat di pentas tinju dunia. Gara-garanya, ia disebut-sebut salah satu petinju yang sparing dengan Chris John hingga rusuknya cedera. Lantaran itu, Chris John batal bertanding dengan Fernando David Saucedo (Argentina) pada 26 Juli nanti. Sony tak menyangkal sparing dengan Chris John. Tapi, ia kaget kalau Chris John sampai cedera. “Ya, sparring dengan Chris John itu bagian dari persiapan untuk melawan Fasanghan Por Lasua (Thailand),” ungkap Sony.


Sony dan Lasua akan berjibaku memperebutkan gelar juara kelas bulu yunior (55,3 kg) PABA (Interim) di Ring Tinju TVRI, Sabtu (24/7) malam. Dalam jumpa pers, Sony (Siwalima BC Ambon) dan Lasua (Thailand) sama-sama menjanjikan kemenangan KO. Jika Sony ingin menjatuhkan Lasua di ronde 6, maka Lasua lebih cepat lagi. “Saya akan menang KO di ronde 5,” tukas Lasua.


Sony memang berhati-hati karena tak mau takabur. Tapi, dengan pengalaman, persiapan, dan kemampuan yang dimilikinya, Sony bisa meredam keperkasaan Lasua. “Saya akan targetkan kemenangan di ronde 6. Mudah-mudahan itu bisa jadi kenyataan. Sebab, persiapan saya sudah sangat bagus,” ucap Sony.

SONY MANAKANE*VS*FASANGHAN POR LASUA

28*Usia*27

Indonesia*Asal*Thailand

bulu yunior*Kelas*bulu yunior

55,3 kg*Berat Tarung*55,3 kg

ortodoks*Gaya*ortodoks

26(14 KO)-7-4*Rekor*13 (4 KO)-9-0

Neneng A.Tuty*Manajer*Nicholas

Errol van Room & Tataq Hariwiyanto*Pelatih*Thuwachit Boongome


Siaran langsung: TVRI, 24 Juli pukul 22.30 WIB

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.