Sang Juara Nasional ATI kelas Bulu Jr., Arief Blader, 14-3-1(6 KO), mengalami kekalahan KO di ronde ke 4 dari 12 ronde yang direncanakan atas lawannya Chonlatarn Or Piriyapinyo, 41-0-0(25 KO), dalam Kejuaraan WBO Asia Pacific kelas Bulu yang dilaksanakan kemarin tanggal 23 Januari 2012 di Bangkok University, Thonburi Campus, Bangkok, Thailand. Arief Blader menyerah KO setelah uppercut kiri keras dari Chonlatarn menyambar dagu Arief Blader.
Sekedar informasi, Chonlantarn adalah petinju sarat pengalaman. Juara WBO Aspac kelas bulu itu kini adalah peringkat 1 kelas bulu WBC dan pernah menghuni peringkat 15 besar WBA kelas bulu. Dia pernah digadang-gadang melawan Chris John beberapa tahun lalu, namun negosiasi tidak pernah berlanjut.
"Arief Blader hanya kalah pengalaman saja, ronde 1 hingga ronde 3 pertarungan berjalan seimbang. Namun di pertengahan ronde ke 4, Arief Blader terkena pancingan pukulan straight kanan pelan dari Chonlatarn, namun ternyata dilanjutkan dengan uppercut kiri keras yang menyambar dagu Arief Blader", ungkap matchmaker Pino Bahari kepada manager Aryo Sulkhan sesaat setelah pertandingan berakhir. Dengan kekalahan KO ini, Arief Blader harus merelakan gelar Juara Nasional ATI miliknya yang secara otomatis lepas dan dinyatakan lowong. Pelatih Arief Blader, Budi Wizon, menyatakan bahwa dirinya akan lebih memperbaiki Arief Blader agar prestasinya meningkat dan hal seperti ini tidak akan terjadi kembali.
"Setelah ini saya akan mempersiapkan Arief Blader untuk kembali merebut gelar Juara Nasional baik KTI, ATI, KTPI ataupun FTI, baru kemudian saya akan mencoba kembali untuk menantang juara di tingkat regional setelah Arief Blader benar-benar siap untuk pertarungan tersebut.", ucap Budi Wizon.
Manajer Aryo Sulkhan kepada boxing-indonesia juga menyatakan bahwa di lain waktu dia akan lebih selektif jika ada tawaran internasional untuk petinjunya, terutama Arief Blader yang masih muda dan minim pengalaman internasional. Dia akan memperhitungkan apakah pengalaman dan kemampuan petinju tersebut bisa diimbangi.
Wednesday, January 25, 2012
Blader Tumbang di Bangkok
| Reactions: |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
10 comments:
masak petinju bulu jr dipaksa naik ke bulu. walaupun cuma 1 kelas tapi berpengaruh pasti akhirnya kalah ko deh.
kalau menerima tawaran tanding agar dikira2 supaya petinjunya bisa menang.
dari segi pengalaman n rekor bertanding aj uda jauh Piriyanpinyo ini diatas Bladder. kok mau aj manajernya Bladder nerima tawaran ini???? Bladder hanya jd "mangsa' Piriyapinyo
Bagaimanapun itu. Seharusnya Bung AS harus lebih selektif untuk mencari jadwal bagi petinjunya. Untuk pengalaman saja. Agar tidak terjadi lagi kekalahan tragis seperti ini. Pantang menyerah Bung AS. Kami semua tetap mendukungmu. Untuk Arif Bladder semoga sukses di kemudian hari.
Trmksh atas saran dari teman2 member boxing-indonesia.com, saran2 akan sy perhatikan terutama dlm hal utk lbh selektif dlm menerima tawaran pertarungan dr LN.
Memang dilema jg bila sy menolak tawaran prtndgan di LN, karena ptnju membutuhkan dana utk menghidupi keluarganya. Namun, bila sy menerima tawaran prtndgan di LN, resikonya adlh kekalahan, bahkan kekalahan tragis yaitu terkapar KO & kehilangan gelar juara nasional seperti skrg ini.
Para petinju, mereka terjun di olahraga tinju dgn tujuan bisa merubah nasib mereka. Sbg contoh Arief Blader ini, sebelum jd ptnju pro, dia hanyalah seorang tukang bangunan yg berlatih tinju. Dgn harapan dia bisa masuk pro & merubah nasibnya. :D
Aryo Sulkhan
melihat penjelasan bung AS, jadi ingat budaya permisif dan kambing hitam. sekalipun blader dulu tukang bangunan kalau dia memang berbakat, dilatih, diarahkan dan didukung dengan benar maka latar belakangnya bukan menjadi kendala.
kebanyakan petinju juara dunia juga dari latar belakang yg kurang beruntung.. pacquiao saja dulu cuma pesuruh yg curi2 latihan. victor ortiz dari keluarga miskin broken, tyson dan banyak lagi..
Jadi kurang tepat jika menyalahkan latar belakang petinju semata.
Sekedar memperjelas (nanti Bung AS bisa bayar saya sbg lawyer atau jubir sasana... :-)
Maksud bung AS, dia terima tawaran dari luar negeri semata-mata untuk nafkah petinju. Gelar adalah gelar, merupakan "bonus" dalam tinju pro. Tapi tujuan utama dalam kegiatan tinju profesional adalah nafkah alias doku alias fulus alias uang.
Ada petinju bernama Mr. X yang memiliki gelar internasional (regional), namun sampai sekarang sudah hampir setahun vacuum, karena langkanya pertandingan di Indonesia. Ada lagi petinju Mr Y yang (pernah) memiliki gelar juara regional dan berperingkat dunia, namun nyaris tidak pernah bertanding karena langkanya kesempatan dan pihak manajemen terlalu berhati-hati.
Pendapat saya, bung AS sebai 'mengawinkan' prinsip profesionalisme (alias fulus) dan prestasi. Harus seimbang. Betul bung AS? :)
:p
JP
jangan patah semangat bung AS, dan arief bladder. namanya juga suatu keputusan, kalo menang di puji kalo kalah di cemooh itu biasa. yang bisa menilai keputusan yg diambil pada saat itu tepat atau tidak adalah orang2 dalam tim sendiri. semoga arief bladder bertambah pengalaman dan sukses selalu, buet arief agar sering2 nonton pertarungan petinju2 lain di youtube biar dapet banyak inspirasi.
RA
roy mukhlis, daudy bahari, tommy seran
harusnya dy yang lawan piriyapinyo, kalau menang apalagi menang ko, itu baru bagus buat perkembangan karir dy
Bung AS,, harusnya Chonlatarn Or Piriyapinyo melawan saya,, baru sebanding
atau jika takut, lawan daud yordan aja
Setuju dgn Bung JP. Maksud sy ya begitu itu.. Heheheheheheh. Trmksh jg atas support yg diberikan oleh Bung RA.
Ya inilah dilema dlm membina sasana. Di satu sisi, kita berharap memiliki ptnju yg berprestasi. Namun di sisi lain kita memiliki beban utk mempertandingkan ptnju yg kita bina agar bisa mendapatkan penghasilan krn ptnju memiliki keluarga yg hrs mereka biayai. Dgn kondisi tinju pro di Indonesia yg skrg ini, bertanding di dalam negri dgn bayaran yg minim & event prtndgan yg kurang, mau tdk mau kami hrs menerima tawaran prtndgan dr luar negeri yg jauh lebih menjanjikan dlm hal bayaran, meskipun hal itu sangat beresiko utk prestasi seorang ptnju di kemudian hari. Yg pasti utk ke depan kami akan lebih selektif lg utk menerima tawaran prtndgan terutama prtndgan2 di luar negeri.
Post a Comment